Berapa Kuota Haji Reguler dan Khusus pada 2026?

...

Indonesia mendapatkan kuota haji pada 2026 atau 1447 Hijriah sebanyak 221.000, sama seperti 2025. 

Dari jumah total 221.000 itu, akan dibagi 92 persen atau 203.000 untuk kuota haji reguler. Sedangkan kuota haji khusus mendapatkan 17.000 atau 8 persen. 

"Terkait dengan kuota, kita tetap sekitar 221.000 jemaah haji yang akan diberangkatkan ke Saudi Arabia. 92 persennya untuk jemaah haji reguler, 8 persennya untuk jemaah haji khusus," ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak dalam konferensi pers, Selasa (30/9/2025). 

"Artinya ada sekitar 203.000 untuk reguler, kemudian sekitar kurang lebih 17.000 untuk jemaah haji khusus," sambungnya.

Pada musim haji tahun depan, terdapat dua perusahaan penyedia layanan atau syarikah sebagai pengelola layanan untuk jemaah haji. 

Petugas Haji Diberangkatkan, Diminta Fokus Melayani Jemaah Artikel Kompas.id Kedua syarikah adalah Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service dan Albait Guest.

Jumlah syarikah pada musim haji 2026 berkurang, di mana pada 2025 jumlahnya sebanyak delapan perusahaan penyedia layanan. 

"Kontraknya tidak lagi tahunan, tetapi langsung tiga tahun. Ini untuk mencegah praktik-praktik manipulasi dan umpan balik negatif dalam proses lelang syarikah di Arab Saudi," ujar Dahnil.

 Dengan hanya hadirnya dua syarikah ini, Dahnil berharap agar ongkos perjalanan haji pada tahun depan dapat ditekan.

"Biaya layanan yang dikelola oleh syarikah berhasil kita tekan lebih dari 200 riyal. Dari sebelumnya 2.300 riyal, tahun ini menjadi 2.100 riyal tanpa pungli dan tanpa manipulasi," ujar Dahnil. 

Dalam kesempatan tersebut, Dahnil juga menyampaikan bahwa Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan membuka rekrutmen untuk petugas haji 2026 pada November mendatang. 

Setelah proses seleksi dilakukan, para petugas haji akan menjalankan pelatihan di embarkasi haji sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. 

"Nanti kami melakukan rekrutmen terhadap petugas haji itu mungkin dimulai di bulan-bulan November," ujar Dahnil. 

Sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci, para petugas haji akan menjalankan pelatihan selama tiga hingga empat minggu. 

Pasalnya selama ini masih terdapat banyak keluhan dari para jemaah haji tahun-tahun sebelumnya. Harapannya, pelatihan tersebut membuat para petugas haji dapat memberikan pelayanan yang optimal. 

"Mereka harus masuk barak selama kurang lebih tiga sampai empat minggu. Kenapa? Karena memang ada keluhan banyak terkait para petugas haji yang tidak melaksanakan tugasnya," ujar Dahnil. 

Terdapat tiga pelatihan utama bagi petugas haji 2026, yakni ketahanan fisik, fikih untuk belajar dasar haji, dan bahasa Arab. 

"Supaya secara fisik mereka kuat, minimal kuat jalan, kuat gendong, fisik dasar haji juga penting ketika petugas ditanya, mereka paham. Kemudian bahasa Arab dasar," ujar Dahnil.